Website Staging itu Penting

/

Bayangin, kalo kamu punya satu website yang udah nge-ranking banyak keyword, udah punya traffic puluhan ribu per hari, dan udah jadi source income utama.

Di satu sisi, kamu tau ada hal yang bisa diimprove untuk menaikkan potensi website tersebut. Entah itu penambahan fitur, ubah layout, insert snippet/script tertentu, ganti plugin, dan lain sebagainya.

five green plants

Sebelumnya, kalau kita mau install plugin ya tinggal install, ganti theme tinggal ganti, ngutak-ngatik layout tinggal utak-atik. Semua dilakukan di website live tanpa ada kendala.

WordPress memungkinkan kita untuk melakukan hal tersebut dengan sangat mudah dan cepat.

Atas dasar itu, akhirnya kamu melakukan apa yang seharusnya dites terlebih dahulu di website lain, langsung di website utama.

Eh ternyata ada crash, error, atau behavior yang nggak biasa di website kita. Atau bahkan sekadar ternyata setelah diimplementasi, hasilnya ngga sesuai ekspektasi.

Mau ngebalikin udah terlanjur jalan jauh, susah buat muter baliknya. Kalo punya backup sih syukur. Sialnya, backupnya nggak punya. Kalaupun ada, ternyata backupan lama. Kalo udah gini, baru deh nyesel. XD

Memperkenalkan: Staging Site

Staging site itu ibarat kloning atau ‘playground’ dari website utama kita. Staging site ini berdiri sendiri, entah pake domain sendiri ato subdomain, pokoknya terpisah.

Keberadaannya nggak wajib, kecuali kamu mau melakukan sesuatu ke website yang udah berdiri kokoh, dengan traffic yang bejibun, lebih-lebih kalo itu moneysite.

Di website yang udah solid dan udah jadi bagian penting dari bisnis kita, tentu saja kita nggak bisa lagi sembarangan ngutak-ngatik website tersebut secara live.

Bahkan sekadar update theme / plugin aja kita nggak boleh grasa-grusu. Apalagi melakukan perubahan yang lebih besar daripada itu.

Walaupun, sepengalaman saya, jarang sekali ada error saat update plugin/theme, tapi kalau udah menyangkut moneysite mah, sebaiknya cari aman aja deh –terlebih kalo value websitenya udah gede.

Keuntungan punya staging site itu adalah kita bisa ngutak-ngatik website kita semaunya tanpa mengganggu website yang live, karena instalasinya terpisah.

Setelah semuanya berjalan baik-baik saja, kita tinggal push aja ke website yang live, maka langsung terupdate tanpa mengganggu apa yang seharusnya berjalan normal di luar sana.

Staging site ini kalau di case saya sifatnya hanya kondisional: dibuat ketika ingin melakukan suatu perubahan.

Setelah selesai ya di-destroy aja. Nanti kalau mau ngutak-ngatik lagi, tinggal bikin lagi. Pakai Runcloud, tinggal sat set sat set.

Beda sama backup. Kalau ini, harus rutin, minimal sebulan sekali.

Diindex Nggak?

Karena saya bikin area staging ini secara kondisional, jadi saya nggak begitu mikirin soal crawl / index-nya sih. Toh abis itu juga di-destroy.

Untuk menghindari staging site keindex, mending pake http authentication aja. Ngga perlu modifikasi file robots.txt, takutnya nanti malah kebawa ke live site, haha.

When in doubt, slow down.

Leave a Comment